Saturday, May 1, 2010

Membangun Aset untuk Mewujudkan Rencana Masa Depan

Sudah jadi kodrat manusia. Setiap manusia pasti memiliki cita-cita atau keinginan, seperti ingin memiliki rumah, mobil atau kecukupan keuangan di masa sekarang maupun masa depan. Mereka bekerja keras untuk mewujudkan impian tersebut.

Namun kadang kala apa yang kita hasilkan dari kerja kita belum cukup untuk mewujudkan impian kita, hasil tersebut hanya cukup untuk memenuhi selama sebulan saja. Bahkan ada kalanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan selama sebulan. Yang mana kita harus bekerja lebih keras lagi untuk menutupi hal tersebut serta kita harus menekan biaya pengeluaran bulanan agar hasil yang kita peroleh dari bekerja cukup untuk hidup sebulan. Bagi yang memiliki hasil kerja lebih dari cukup untuk kebutuhan selama sebulan masih bisa tenang.

Namun bagaimana jika kita sudah tidak mampu untuk bekerja lagi???
Apakah Rencana masa depan kita akan terwujud???

Mari kita perhatikan paradigma orang dalam mencari uang.
Di dunia ini ada dua metode yang dianut oleh manusia dalam menghasilkan uang

Metode 1:
Metode ini dianut oleh 90% orang diseluruh dunia, mungkin 97% masyarakat Indonesia menganut metode ini. Yaitu orang 90% bekerja hanya memiliki 10% uang yang beredar.
Bekerja setiap hari untuk mewujudkan rencana masa depan. Dalam hal ini anda harus bekerja untuk menghasilkan uang dan mewujudkan rencana masa depan.
Selanjutnya kita merujuk pertanyaan seperti problem yang muncul diatas:
1. apakah anda tetap menghasilkan uang apabila anda tidak bekerja?
2. Seandainya anda kerja secara terus menerus perlu berapa tahun untuk mewujudkan rencana masa depan anda?
Robert T Kiyosaki memberi nasehat, jika anda masih di metode 1 sebaiknya anda segera mempersiapkan diri masuk ke metode 2, mengapa?

Karena pada metode 1:
1. Metode pekerjaan tidak aman, untuk mendapatkan uang harus membarterkan waktu dan tenaga. Kalo suatu saat tidak mempunyai waktu atau tenaga (kecelakaan, sakit kena PHK dll) sehingga tidak bisa bekerja, maka tidak akan mendapatkan uang. Bagaimana rencana masa depan anda?
2. Memiliki penghasilan yang linier. Penghasilan rata-rata naik 0 – 20% per tahun padahal kebutuhan (BBM, Gas, Air & Listrik) naik 80 – 200% per tahun. Jadi hidup semakin lama semakin sulit. Bayangkan, sampai kapan kita bisa memenuhi kebutuhan hidup kita?

Metode 2:
Metode ini hanya dianut oleh 10% orang di dunia tetapi mereka menguasai 90% peredaran uang di dunia.
Orang 10% KERJA membangun ASET untuk menghasilkan 90% UANG untuk mewujudkan Rencana Masa Depan.

Artinya anda bekerja untuk membangun aset, katakanlah hanya 6 - 12 bulan. Apa manfaatnya, setelah aset terbentuk walaupun anda tidak bekerja, aset akan menghasilkan uang secara terus menerus, selain itu Metode 2 memiliki potensi yang tidak terbatas. Jadi pasti dengan sangat mudahnya anda dapat mewujudkan rencana masa depan yang anda inginkan.
Namun tidak banyak orang menjalankan metode 2 ini. Banyak alasan yang menyebabkan mereka megurungkan niatnya untuk membangun Aset. Salah satunya adalah keterbatasan MODAL dan kurangnya keahlian.

Sekarang permasalahannya aset itu seperti apa saja bentuknya? di dalam buku CashFlow Quadrant, dijelaskan ada 3 cara membangun Aset.


Usaha yang kami tawarkan merupakan metode 2 melalui Personal Franchise (Waralaba Pribadi). Hanya dengan bekerja sama dengan perusahaaan yang kami ikuti (PT Duta Future International - DFI atau PT Genetic Sukses Mandiri - GSM) & menjadi member di masing-masing perusahaan tersebut. Anda dapat membangun Aset Masa depan anda sendiri. Anda tidak perlu membayar lisensi yang nilainya ratusan juta sampai milyaran rupiah, seperti waralaba pada umumnya.
Anda hanya perlu membayar lisensi senilai yang mereka tawarkan untuk mendapatkan HAK USAHA (HU) waralaba pribadi. Sebagai mitra kerja, anda akan mendapatkan Komisi yang suatu saat nanti besarnya bahkan melebihi penghasilan orang yang membeli hak waralaba seperti: Alfamart, Indomart bahkan McDonald. Sudah ada banyak buktinya.

Silahkan tentukan arah masa depan anda mau tetap menggunakan Metode 1 atau Metode 2. Sebaiknya jalankan kedua-duanya karena lebih memberikan keamanan dalam keuangan anda, baik masa sekarang maupun masa depan anda.

Wednesday, January 6, 2010

UNDANGAN KHUSUS UNTUK BLOGGER DAN INTERNET MARKETER


Apakah ANDA sudah meraih PASSIVE INCOME?
Sudah berapa lama ANDA menjalankan bisnis di Internet ini? Apakah sudah ada HASIL?
Kalau Anda ingin HASIL yang BEDA, lakukan dengan CARA yang BEDA.
Lewat bisnis yang sederhana ini, RAIH SEGERA PASIF INCOME, JUTAAN RUPIAH…. !
HANYA DARI BISNIS YANG SEDERHANA…!
DIJAMIN, Anda pasti SUKSES.
Ratusan orang sudah mendapatkannya. ANDA GIMANA?



Sebuah Bisnis simpel yg dahsyat, sah dan mempunyai legalitas dari pemerintah (PT. Duta Future International – PT DFI).
Merupakan sebuah perusahaan dengan omset puluhan Milyar yg bergerak di bidang Enterpreuneur dan keagenanan pulsa.
Sudah terbukti mencetak membernya menjadi milyader dan jutawan ingin mengajak anda untuk menjalankan bisnis dahsyat dg income Luar biasa, Nikmati Pulsa gratis, Asuransi senilai 10 juta, dan komisi Jutaan rupiah setiap minggunya! Serta dengan kartu member tersebut bisa mendapatkan diskon di lebih dari 5000 merchant, bisnis tersebut bisa dijalankan semua kalangan karena sistemnya mudah, ajak minimal 2 teman itu sdh cukup jadi modal untuk sukses di bisnis ini.
Sangat banyak yang berhasil di bisnis ini mulai dari kalangan bawah sampai kalangan atas. Aa Gym dan tokoh-tokoh penting juga member di bisnis ini. Jangan sampai ketinggalan. Simak kesaksian mereka.

Gabung di sini Bisnis DBS

Buruan bergabung sekarang juga, Banyak orang yang belum gabung bisnis spektakuler ini karena takut tidak bisa membangun jaringan atau mengajak mitra baru secara konvensional. Sekarang ada solusi hebat, kita bisa mendapatkan mitra baru/downline dari seluruh indonesia via internet, web replika canggih akan bekerja untuk kita, melakukan presentasi nonstop 24 jam/7hari seminggu, melakukan follow up dan ada tim tersendiri yang mengurusi aktifasi member baru untuk kita. semuanya sangat membantu dan memudahkan untuk mencapai sukses.


MEREKA YANG TELAH MENJADI BAGIAN DARI PERUSAHAAN INI DAN MENJALANKAN PELUANG BISNIS DAHSYATNYA... JADI PASTIKAN ANDA BERGABUNG DAN DAPATKAN 2 STRATEGI MENGEMBANGKANNYA (ONLINE/OFFLINE)



SEMOGA USAHA KITA INI PENUH BERKAH...
Untuk menjadi bagian dari DBS ini memerlukan perjalan yang panjang dan berliku... diawali dengan keingintahuan tentang status DBS dalam pandangan hukum islam, sesudah mendengar langsung dari pimpinan DBS, lalu membaca fatwa MUI kodya Bandung, diskusi bersama Prof.DR.KH.Miftah Faridl ketua MUI Bandung, dilanjutkan diskusi bersama DR.Syafii Antonio yang kita kenal sebagai pakar ekonomi syariah, maka diputuskan bergabung. Dengan niat sebagai upaya membantu membuka lapangan kerja bagi masyarakat luas dalam situasi ekonomi yang sedang sulit, membantu membina agar member semakin meningkat keimanannya dan bersinergi untuk memberdayakan dhuafa dengan zakat infak shodaqoh. Bagi siapapun yang akan bergabung, silakan luruskan niat, dan jalani dengan sungguh-sungguh di jalan Allah SWT dan bila sudah dititipi rizki berbagilah dengan sesama. Terimakasih. AA Gym



DARI SEKIAN BISNIS YANG SAYA JALANI, DBS LUAR BIASA DAHSYAT PERKEMBANGANNYA...
Bpk M. Rachmatulloh, S.Pd, seorang guru sekolah yang telah sukses menjalankan bisnis ini. Kurang dari dua tahun beliau telah mampu mambangun sebuah rumah mewah, membeli 2 mobil mewah, mampu menghajikan kedua orang tua dan beliau juga telah berangkat Umroh dari reward yang diapat. "Dari sekian bisnis yang saya jalani, DBS benar-benar luar biasa dahsyat perkembangannya. Sekitar 1 Millyar lebih income telah saya raih dari bisnis ini.
INGAT..!! Kita TIDAK punya pilihan lain untuk SUKSES di bisnis apapun, KECUALI mulailah saat ini juga... Bukan NANTI, SEKARANGLAH saatnya... SUKSES bukan siapa yang pertama kali bergabung, tapi siapa yang paling cerdas dalam menjalankan strategi marketingnya. Di bisnis ini TIDAK ada yang GAGAL, yang ada hanyalah BERHENTI berjuang... JANGAN anda tunggu keadaan merubah nasib anda... Ayo raih segala impian untuk membahagiaan orang-orang yang kita cintai. Jika biaya untuk bergabung sama, PASTIKAN anda bergabung dengan yang dapat memberi anda pasilitas lebih dalam menjalankan bisnis ini. Go Freedom..." Rahmatullah, S.Pd (Gold Entrepreneur)


SALAM DAMAI.... SAUDARAKU!!!
"Kemerdekaan adalah hak segala bangsa!" Merdeka dalam berkarya, Merdeka dalam menentukan pilihan dan merdeka dalam meraih Harapan. Harapan untuk hidup layak, Harapan untuk meraih impian dan harapan untuk sejahtera agar dapat berbagi pada sesama. Saatnya kita bangkit dan bergandeng tangan untuk negara yang kita cintai, lepaskan sikap ketergantungan pada bangsa lain untuk mampu hidup mandiri. Semuanya ada di sini......salah satunya sebuah karya intelektual anak bangsa dengan melahirkan sebuah sistem yang berbasis pada pergerakan ekonomi kerakyatan untuk meraih kesejahteraan secara makro. DBS solusi tepat yang patut kita ikuti tanpa ada interpensi diri. BERSATULAH...saudaraku, selagi kita masih bernafas di bumi ini, raih harapan selagi masih ada kesempatan buat kita. Wassalam, -Iwan Fals-


DBS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Tujuan utama yang saya inginkan mengikuti dbs ini adalah pemberdayaan supaya berdaya, semangat bekerja keras & mandiri. Diharapkan menjadi jaringan yang saling menopang, senasib sepenaggungan & setara. Semoga bisnis ini terus berkembang maju memberdayakan saudara-saudara kita warga negara indonesia tercinta. Semoga Allah Swt, Tuhan YME meridhoi setiap usaha & kerja keras kita. Amin.

Hj.Kartina Sukawati,SE,MM

Wakil Bupati Pati – Jateng


Bisnis ini memang bagus bagi yang sibuk, nggak punya waktu, dan merasa gaptek dengan internet. Kok mereka bisa sukses?
Inilah rahasia kami. Semua dijalankan secara otomatis lewat internet. Mesin otomatis kami siap mengembangkan bisnis dbs anda secara terus menerus 24 jam per hari, setiap hari, selamanya.
Sekalipun anda sedang tidur, atau nggak melakukan apa-apa! Dikerjakan
secara professional dengan sistem otomatis.


Ambil posisi secepatnya, sebelum anda gigit jari!



Salam Sukses, Go Freedom,

Ratno Adi S - 0817 99 323 69
http://klik.ws/DBS_sukses

Thursday, December 3, 2009

Meningkatkan Traffic blog untuk alexa dan Google Page rank


Menaikkan rangking alexa dan google pagerank adalah usaha setiap blogger. Setiap blogger pasti ingin mendapat rangking "angka Kecil" pada Alexa dan "angka besar" pada Google pagerank .
Bagi anda yang mempunyai blog dan ingin cepat mendapatkan pagerank, berikut tips Cara cepat update PageRank google ataupun rangking alexa yaitu dengan cara penyebaran link menggunakan sistem Multi Level Marketing?

Untuk tips kali ini saya mau mencoba mengajak anda semua untuk memanfaatkan kedahsyatan faktor kali dan kecepatan penyebaran ini dalam bentuk backlink.

Caranya gampang kok, Yang perlu kamu lakukan adalah meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel kamu

1. Mutiara Sawangan
2. Teknologi untuk Kita
3. TeeyouS - resensi info singkat
4. Traffic Search Engine
5. Uang Tabungan
6. wordpress
7. fansclubartis
8. SEO Tutorial
9. blog dofollow
10. ilmu belajar komputer

Cara Kerja, sebelum kamu meletakkan link kamu diatas,

* Kamu harus menghapus peserta nomor 10 dari daftar.
* Sehingga semua peserta turun 1 tingkat.
* Yang tadi nomor 1 jadi nomor 2, nomor 2 jadi 3, dst.
* Kemudian masukkan link kamu sendiri di bagian paling atas (nomor 1).

Jika tiap peserta mampu mengajak 5 orang saja, maka jumlah backlink yang akan didapat adalah

Ketika posisi kamu 1, jumlah backlink = 1
Posisi 2, jml backlink = 5
Posisi 3, jml backlink = 25
Posisi 4, jml backlink = 125
Posisi 5, jml backlink = 625
Posisi 6, jml backlink = 3,125
Posisi 7, jml backlink = 15,625
Posisi 8, jml backlink = 78,125
Posisi 9, jml backlink = 390,625
Posisi 10, jml backlink = 1,953,125

Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kamu inginkan. Dari sisi SEO kamu sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline kamu mengklik link itu, juga membuat blog kamu mendapatkan traffik tambahan.

Nah, silahkan copy paste artikel ini, dan hilangkan peserta nomor 10 lalu tambahkan link blog/website kamu di posisi 1. Ingat, kamu harus mulai dari posisi 1 agar hasilnya maksimal. Karena jika kamu tiba2 di posisi 2, maka link kamu akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.

Selamat Mencoba ….

Wednesday, November 18, 2009

AJB Tanah

Mungkin ini bisa bermanfaat ...
bila ada yang berpengalaman / pernah melakukan transaksi jual-beli tanah bisa menambah/koreksi.

Jual beli tanah merupakan hal yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Apabila antara penjual dan pembeli sudah bersepakat untuk melakukan jual beli tanah terhadap tanah yang sudah bersertifikat maka beberapa langkah yang harus ditempuh adalah :

1. Akta Jual Beli (AJB)

Si penjual dan si pembeli harus datang ke Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk membuat akta jual beli tanah. PPAT adalah Pejabat umum yang diangkat oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional yang mempunyai kewenangan membuat akta jual beli dimaksud. Sedangkan untuk daerah-daerah yang belum cukup jumlah PPAT-nya, Camat karena jabatannya dapat melaksanakan tugas PPAT membuat akta jual beli tanah.

2. Persyaratan AJB

yang diperlukan untuk membuat Akta Jual Beli Tanah di Kantor Pembuat Akta Tanah adalah :

a. Penjual membawa :

· Asli Sertifikat hak atas tanah yang akan dijual.
· Kartu Tanda Penduduk.
· Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan.
· Surat Persetujuan Suami/Isteri bagi yang sudah berkeluarga.
· Kartu Keluarga.

b. Sedangkan calon pembeli membawa :

· Kartu Tanda Penduduk.
· Kartu Keluarga.

3. Proses pembuatan akta jual beli di Kantot PPAT.

a. Persiapan Pembuatan Akta Jual Beli.

1) Sebelum membuat akta Jual Beli Pejabat pembuat Akta Tanah melakukan pemeriksaan mengenai keaslian sertifikat ke kantor Pertanahan.

2) Pejual harus membayar Pajak Penghasilan (PPh) apabila harga jual tanah di atas enam puluh juta rupiah di Bank atau Kantor Pos.

3) Calon pembeli dapat membuat pernyataan bahwa dengan membeli tanah tersebut ia tidak menjadi pemegang hak atas tanah yang melebihi ketentuan batas luas maksimum.

4) Surat pernyataan dari penjual bahwa tanah yang dimiliki tidak dalam sengketa.

5) PPAT menolak pembuatan Akta jual Beli apabila tanah yang akan dijual sedang dalam sengketa.

b. Pembuatan Akta Jual Beli

1) Pembuatan akta harus dihadiri oleh penjual dan calon pembeli atau orang yang diberi kuasa dengan surat kuasa tertulis.

2) Pembuatan akta harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya dua orang saksi.

3) Pejabat pembuat Akta Tanah membacakan akta dan menjelaskan mengenai isi dan maksud pembuatan akta.

4) Bila isi akta telah disetujui oleh penjual dan calon pembeli maka akta ditandatangani oleh penjual, calon pembeli, saksi-saksi dan Pejabat Pembuat Akte Tanah.

5) Akta dibuat dua lembar asli, satu lembar disimpan di Kantor PPAT dan satu lembar lainnya disampaikan ke Kantor Pertanahan untuk keperluan pendaftaran (balik nama).

6) Kepada penjual dan pembeli masing-masing diberikan salinannya.

4. Bagaimana langkah selanjutnya setelah selesai pembuatan Akta Jual Beli ?

a. Setelah selesai pembuatan Akta Jual Beli, PPAT kemudian menyerahkan berkas Akta Jual Beli ke Kantor Pertanahan untuk keperluan balik nama sertifikat.

b. Penyerahan harus dilaksanakan selambat-lambatnya tujuh hari kerja sejak ditandatanganinya akta tersebut.

5. Berkas yang diserahkan itu apa saja ?

a. Surat permohonan balik nama yang ditandatangani oleh pembeli.

b. Akta jual beli PPAT.

c. Sertifikat hak atas tanah.

d. Kartu Tanda Penduduk (KTP) pembeli dan penjual.

e. Bukti pelunasan pembayaraan Pajak Penghasilan (PPh).

f. Bukti pelunasan pembayaran Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.

6. Bagaimana prosesnya di Kantor Pertanahan ?

a. Setelah berkas disampaikan ke Kantor Pertanahan, Kantor Pertanahan memberikan tanda
bukti penerimaan permohonan balik nama kepada PPAT, selanjutnya oleh PPAT tanda bukti penerimaan ini diserahkan kepada Pembeli.

b. Nama pemegang hak lama (penjual) di dalam buku tanah dan sertifikat dicoret dengan tinta hitam dan diparaf oleh Kepala Kantor Pertanahan atau Pejabat yang ditunjuk.

c. Nama pemegang hak yang baru (pembeli) ditulis pada halaman dan kolom yang ada pada buku tanah dan sertifikat dengan bibubuhi tanggal pencatatan dan ditandatangani oleh Kepala Kantor Pertanahan atau pejabat yang ditunjuk.

d. Dalam waktu 14 (empat belas hari) pembeli sudah dapat mengambil sertifikat yang sudah atas nama pembeli di kantor pertanahan.

Wednesday, November 11, 2009

Tentang KPR


Hhmm… KPR alias kredit pemilikan rumah .. di satu sisi pake KPR memang sangat membantu terutama di kala posisi cash money kita pas-pasan atau hanya cukup untuk menutupi DP rumah saja. Tapi disisi lain membeli properti pake KPR merupakan urusan yg susah-susah gampang (instead of gampang-gampang susah).
Di sisi penjual umumnya lebih memilih metode cash keras ketimbang KPR karna menurut mereka pake KPR ribet dan butuh waktu. Saya sendiri pernah keduluan orang/batal beli sampe 2 kali hanya karna saya bilang saya mau pake KPR, sementara si penjual (katanya) BU banget jd ga sempet nunggu lama-lama jadilah dia terima tawaran yg lebih rendah “sedikit” tp pake cash keras.

Sebenarnya apa & bagaimana sih KPR itu?
KPR bertujuan membantu pembiayaan kita dalam membeli properti. Perlu dipikirkan masak-masak sebelum mengambil keputusan utk beli rumah pake KPR. Hal ini karena akan berpengaruh terhadap arus kas keuangan kita dalam jangka panjang; bisa 10 tahun atau 15 tahun tergantung besarnya plafond dan jumlah/jangka waktu cicilan.

Sebelum mutusin pake KPR mungkin hal-hal berikut bisa jadi pertimbangan ;
kemampuan bayar (maksudnya kemampuan kita membayar cicilan tiap bulan.. rumus umumnya sih biasanya sekitar 30% dari total income keluarga janganlah pulak besar pasak dari tiang..atau mungkin standar rumah agak diturunkan lah biar bisa masuk budget ..iya ngga)
uang muka/DP (dari total harga rumah biasanya bank hanya menanggung sekitar 70-80% nya saja sisanya harus kita tanggung sendiri sebagai uang muka.

biaya-biaya KPR…….nah ini sering tidak disadari banyak orang padahal komponennya cukup banyak semisal
-biaya appraisal (biaya penilaian jaminan biasanya 1/mil atau free)
-provisi kredit (jasa/komisi bank berkisar 1% dr plafond)
-administrasi (sekitar 0.1 % dari plafond)
-biaya asuransi jiwa (tergantung rate)
-biaya asuransi kerugian/kebakaran sekitar 0.58/mil dr plafond
-biaya-biaya legal KPR
-akad kredit & SKMHT sekitar 400rb
-APHT sekitar 1.3 jt
-Check sertifikat sekitar 200rb
Nah itu baru untuk biaya-biaya KPR (antara nasabah dan bank yg melibatkan notaris).
Ada lagi biaya jual-beli (antara pembeli dan penjual yg melibatkan notaris) semisal
-Pajak Pembeli (BPHTB)
-Biaya Akta Jual Beli (AJB)
-Bea Balik Nama (BBN)
-Pajak Penjual (PPh)
-Biaya lainnya (check sertifikat, legalisir, peningkatan status HGB-SHM, dll

Kalo dihitung secara kasar kalau mau aman sebenarnya kita harus menyiapkan dana sekitar 40% dari harga rumah. Ini udah termasuk : tanda jadi/booking fee, uang muka, biaya2 KPR, biaya2 Notaris, dll. Jadi hampir setengah dari harga rumah (kalo mau main safe lho..tp kalo nekat sih boleh2 aja kurang dari situ)..kalo ngga nekat emang kadang susah dapat rumah
Nah bagaimana? Ternyata beli rumah pake KPR itu “susah-susah gampang” kan ketimbang “gampang-gampang susah” ..he..he..he.. tapi kembali ke cerita awal tadi itu semua kembali ke diri masing2… mau rumah yg seperti apa?..terus budget / kemampuan bayar kita seberapa? mampunya cash atau butuh KPR? Hal-hal seperti ini yg penting direnungkan dulu….. so tinggal analisa ada dimana posisi kita sekarang …

Sumber: http://osinaga.wordpress.com

Saturday, November 7, 2009

Sel Surya Buatan Dalam Negeri Justru dipesan Luar Negeri


Sel surya dari industri dalam negeri yang sedang dirancang Wilson Walery Wenas dari Institut Teknologi Bandung, dengan investor Bakrie Power dan investor dari Amerika Serikat, justru sudah dipesan pembeli dari luar negeri.

Pemesanan sebesar 10 megawatt (MW) datang dari Spanyol dan harus bisa dipenuhi Mei 2009. Sementara itu, pemesanan dari konsumen dalam negeri sama sekali belum ada, padahal kapasitas produksinya 90 MW per tahun.

Wilson ketika dihubungi Kompas dari Jakarta, Kamis (9/10), mengatakan, lokasi industri sel surya yang masih tahap persiapan itu berada di Cikarang, Jawa Barat, dengan nama perusahaan Nano-PV. Jenis sel surya yang akan diproduksi berupa sel surya generasi kedua, yaitu sel surya thin film (lapisan tipis) dari hasil temuan Wilson yang kini sudah dipatenkan.

"Teknologi yang saya temukan itu nanti akan digabungkan dengan teknologi dari Amerika Serikat," kata Wilson.

Termurah di dunia

Harga komersial sel surya yang diharapkan, menurut Wilson, bisa mencapai 0,8-0,9 dollar AS per watt. "Harga demikian akan menjadikan sel surya Nano-PV menjadi yang termurah di dunia," kata Wilson.

Beberapa waktu sebelumnya, Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengatakan, industri sel surya memiliki produk akhir yang ramah lingkungan. Akan tetapi, pada proses pembuatannya harus dicermati karena tergolong tidak ramah lingkungan.

Menanggapi persoalan ini, Wilson mengatakan, pembuatan sel surya pada generasi pertama diakui memang tidak ramah lingkungan. Penggunaan logam berat merkuri masih dominan.

"Namun, tidak demikian halnya untuk produksi sel surya generasi kedua yang tidak mengandalkan penggunaan logam berat merkuri," kata Wilson menjelaskan.

Menurut Direktur Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi Energi pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Arya Rezavidi, kebutuhan dalam negeri terhadap sel surya sebetulnya cukup tinggi. Pada tahun 2025, pemerintah menargetkan pemanfaatan energi yang berasal dari sel surya mencapai 800 megawatt. Padahal, kapasitas terpasang saat ini baru mencapai 10 megawatt.

Dengan target yang cukup ambisius tersebut, menurut Arya, semestinya setiap tahun pemerintah menargetkan penginstalan sel surya dengan kapasitas 40 megawatt. Namun, target ini belum tercapai.

sumber : www.kompas.com

Wednesday, November 4, 2009

Playing Smart

Mobile broadband services are enjoying rapid growth worldwide, but operators need to play smart if they want to win

Mobile operators are stepping up the pace with mobile broadband, and are competing heavily for subscriber to their HSPA services. But while the USB modem-based services represent a huge opportunity, mobile operators could lose significant momentum if the fail to address some pressing issue.

According to a report from Analysys Mason, around 47% of broadband subscriptions in Europe will use mobile by 2013; the company also predicts that by this point almost a quarter of broadband-equipped homes in Europe will use mobile access only, thereby fully substituting their fixed services.

But the company says that while mobile operators will need eventually to increase capacity in their networks, at the same time they have to move away from legacy backhaul and towards an aggregated IP infrastructure. In summary, they need to dissociate rises in network costs from the exponential increases in bandwidth demands.

In addition, to avoid mobile broadband becoming yet another commodity service, mobile operator should be considering more price segmentations according to customer type.

There is no doubt that the speed of take-up of broadband via mobile USB modems has surprised many in the fixed and mobile business, says Analysys Mason.

According to figures from the Global Mobile Suppliers Association (GSA), in the second quarter of 2008 there were 235.5 million WCDMA and HSPA subscribers worldwide, and increase of 97.9 million or 71% in a year. More than 50 million are HSPA subscriptions. There were 250 HSDPA network commitments in 105 countries, including 221 commercial launches in 96 countries, as well as 55 HSUPA networks in 36 countries.

The number of devices now supporting HSDPA is around 805, including 118 notebooks and 102 USB modems.

According to figures from Informa Telecoms and Media, revenues from mobile data services are set to exceed US$200 billion this year, after reaching US$157 billion in 2007, accounting for around one fifth of total operator revenues.

Operators are making mobile broadband a key driver of their HSPA businesses: the GSM Association recently launched an initiative to peace stickers on laptops to identify which ones are “HSPA-ready". The 16 companies involved so far in the scheme have pledged US$ 1 billion to promote the service mark. Yet the Ovum senior Analyst, Steven Hartley, questions if the initiative is really necessary: Mobile broadband uptake is already growing rapidly without it," he says. "It looks a lot like the initiative is designed as a defensive move against WIMAX branding."

The majority of HSPA networks – 111 in total – have so far been launched in Europe. But according to a report from Wireless Intelligence, fierce competition has made Australia the third-largest HSPA market in the world after US and South Korea.

By the end of Q2this year, the number of Australian HSPA subscribers stood at 4.2 million, with WCDMA and HSPA accounting for 42% of all Australian connections by Q2.

Telstra switched on its Next G HSPA network in 2006, and says it will upgrade to Enhanced HSPA, also known as HSPA Evolved or HSPA+, by the end of the year. It claim it will then be able to offer peak download speeds of 21 Mbps: most operators now offer speeds of up to 3.6 Mbps or 7.2 Mbps. Wireless Intelligence estimates that mobile broadband accounted for 14% of Telstra's HSPA connections and 17% of its HSPA net additions in the second quarter.

"But take-up remains slow," says Will Croft, an analyst at Wireless Intelligence. "This is likely due to the conservative pricing of its various tariffs; Telstra mobile broadband works out nearly twice as expensive as rival offerings. Hutchinson, Optus and Vodafone for just A$20 per month."

Clearly pricing will be key: already in the UK market, for example, mobile operator such as Vodafone and 3 UK are competing on flat-rate price ranging from £10 to £25 a month, with varying monthly limits.

Matt Hatton, principal analyst at Analysys Mason, say mobile operators should be taking a segment approach to pricing. "Because mobile broadband is a relatively commoditised service, pricing is vital to the success of MNOs' customer acquisition strategies," he says. Hatton advises operators to move away from the one-size-fits-all approach. "These will not be appropriate to large groups of users," he says. Anne Morris –

Sources : www.totaltele.com